Tuesday, January 31, 2012

Waspada! Pria Homo Berisiko Mengidap Kanker

Pria homoseksual ternyata memiliki risiko tinggi terserang kanker daripada laki-laki heteroseksual. Demikian hasil dari rangkaian penelitian di Amerika Serikat.

Penelitian dimulai di California tahun 2001, selanjutnya tahun 2003 dan 2005 berupa wawancara survei Kesehatan. Total 3.690 pria dan 7.252 wanita terlibat dalam survei ini mengatakan mereka telah didiagnosa menderita kanker di beberapa kali dalam hidup mereka.

Dari 122.345 orang yang diwawancarai, 1.493 laki-laki dan 918 perempuan menggambarkan diri mereka sebagai gay, sedangkan 1.116 wanita mengatakan mereka biseksual.

Pria gay terlihat dua kali lebih mungkin didiagnosa dengan kanker dibanding pria normal, hal ini bahkan telah terlihat dari satu dekade sebelumnya.

Peneliti berspekulasi perbedaan ini bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya presentase lebih besar yang dimiliki pria gay untuk terserang Human Papilloma Virus, yang dapat menyebabkan kanker dubur, serta hubungan seksual yang menyimpang dan menyebabkan HIV.

"Ini bisa sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup kaum minoritas seperti pria gay, dan wanita lesbian" jelas Jessica Harris dari Cancer Research, Inggris.

Meskipun demikian penelitian ini masih perlu penelitian lanjutan yang memungkinkan penjelasan lebih dalam tentang perbedaan ini. (*)

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Monday, January 30, 2012

Bulan Madu Sebabkan Tubuh Melar

Bulan madu merupakan momen yang sangat menyenangkan bagi banyak pasangan. Tapi, hati-hatilah kalau Anda tak ingin berat badan melonjak

Hal ini diungkapkan oleh sebuah studi di New York yang mengatakan kalau memulai hidup bersama dengan pacar Anda dan mengawalinya dengan bulan madu dapat membuat seseorang kehilangan kontrol terhadap dietnya.

Para peneliti dari Pusat Penelitian Nutrisi Universitas Newcastle melihat melalui sejumlah studi adanya pergerakan ukuran pinggang ke angka yang lebih besar pada pasangan-pasangan justru setelah mengakhiri masa lajangnya.

Peneliti utama Amelia Lake beranggapan bahwa selama periode bulan madu pasangan cenderung berusaha menyenangkan dan mengesankan satu sama lain. Dan sayangnya, itu mereka lakukan melalui makanan.

Selain itu, kebiasaan bepergian ke tempat-tempat selama bulan madu membuat pasangan dengan lahapnya mengonsumsi makanan yang jarang mereka temui sehingga pola makan menjadi lupa diatur.

"Pasangan yang tinggal bersama harus menggunakan kesempatan periode bulan madu untuk membuat perubahan positif untuk diet dan gaya hidup yang sehat dengan saling bekerja sama dan mendukung," tuturnya.

Ini menunjukkan perlunya setiap pasangan membuat suatu komitmen di awal hubungan tentang makanan dan gaya hidup yang sehat

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Sunday, January 29, 2012

Demi Kecerdasan Anak, Sempatkan Mendongeng

Orangtua adalah pendidik pertama. Karenanya hubungan kedekatan dengan orangtua akan menjadi pola sosialisasi anak usia dini. Namun sayangnya fakta menunjukkan bahwa anak banyak menghabiskan waktu dengan menonton televisi. Sementara banyak orangtua yang juga sibuk mencari nafkah.

Karena itulah orangtua harus kreatif memanfaatkan waktu yang berkualitas bersama anak. Salah satunya bisa dilakukan dengan mendongeng karena ternyata cara ini dapat mencerdaskan anak.

Menurut Ketua Keluarga Peduli Pendidikan Yanti Sriyulianti, kebutuhan anak atas perhatian dan pengasuhan yang intensif dari orangtuanya tidak dapat ditunda. Hubungan antara anak dan orangtua mempunyai peran penting dalam menentukan pola perkembangan psikis, sosial, dan emosional di masa depan.

Untuk itu, diperlukan komitmen dan kesungguhan orangtua untuk meningkatkan kemampuan berkreasi dalam mengisi waktu berkualitas bersama anak-anak.

"Diantara banyak metode, mendongeng diyakini efektif bagi pendidikan anak usia dini. Menurut seorang pengarang dan ilustrator cerita anak terlaris versi New York Times Laura Numeroff, membacakan dongeng untuk anak selama 20 menit dapat meningkatkan kecerdasan anak dalam membaca dan menulis. 20 menit mendongeng setara dengan sekurang-kurangnya belajar 10 hari di sekolah," katanya.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG

Saturday, January 28, 2012

Stres Melemahkan Daya Tahan Tubuh

Di dalam dunia yang kompetitif ini, kita cenderung lebih mementingkan hal-hal yang dapat diukur dengan prestasi dan penghasilan. Tak heran jika hampir setiap hari kita bergelut dengan stres, meski faktanya stres akan merugikan tubuh.

Berbagai studi menunjukkan stres terkait dengan berbagai penyakit orang modern, seperti jantung, tekanan darah tinggi, stroke, kanker, dan penyakit lain, termasuk impotensi.

Dalam riset terbaru ditunjukkan saat stres sistem saraf simpatetik akan mengeluarkan gelombang norepinephrine, yang merupakan respon melawan atau menghindar (flight or fight). Sementara itu bagian otak pituitari akan melepaskan hormon kortisol yang membanjiri aliran darah.

Pada dasarnya respon stres ini bertujuan untuk membuat kita siaga. Saat merasakan ada bahaya akan datang, misalnya ada mobil akan menabrak, tubuh akan melepaskan hormon stres sehingga kita lebih siaga, lebih gesit dan memiliki reaksi cepat sehingga kita bisa menghindar dari bahaya.

Tetapi tubuh tidak bisa membedakan ancaman fisik dan mental. Respon tubuh pada stres itu tidak banyak berguna saat kita mengalami tekanan mental. Sehingga saat kita panik dikejar deadline, reaksi tubuh akan sama seperti saat kita akan tertabrak mobil itu. Bila terjadi terus menerus, hal ini akan mulai menimbulkan masalah.

"Pada semua makhluk di planet ini, stres adalah krisis jangka pendek dengan respon menghadapi atau menghindarinya. Namun sebagai manusia saat kita duduk kita juga sedang didera oleh berbagai hal yang menimbulkan stres dan ini berlangsung hampir setiap hari," kata Robert Sapolsky, ahli neurologi dan penulis buku Why Zebras Dont Get Ulcers ini.

Ketika sistem tubuh terus menerus menghadapi reaksi stres yang timbul-hilang berulang kali, terkadang sistem kontrol menjadi tak terkendali.

"Sistem regulasi tubuh menjadi rusak. Pada awalnya hal ini akan membuat orang menjadi super reaktif pada insiden stres, tetapi terkadang setelah sekian lama sistem saraf menjadi kelelahan dan tidak mampu memberi respon dengan baik lagi," kata Nim Tottenham, psikolog.

Itu sebabnya "tentara" penjaga sistem imun menjadi lemah, sehingga virus atau bakteri dapat menyerang tubuh tanpa perlawanan.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Friday, January 27, 2012

Ini Cara Melindungi Mata Anda di kantor

Begitu banyak waktu yang kita habiskan di kantor. Saat itu pula mata bekerja keras, mulai membaca baik di komputer dan membaca tulisan yang kecil pada dokumen. Akibatnya, tak jarang terjadi ketegangan mata, sakit kepala dan ketidaknyamanan pada mata.

Tanda-tanda ketegangan mata adalah penglihatan kabur, kering, iritasi mata, atau sakit kepala. Pada gilirannya, ketidaknyamanan ini dapat menyebabkan kelelahan fisik, kurang konsentrasi, hilangnya produktivitas, meningkatnya kesalahan kerja dan akhirnya penglihatan memburuk.


Sao Bing Dr Lee, Direktur Medis, Shinagawa LASIK Centre seperti dikutip dari asione.com memberikan tips yang berguna tentang cara untuk merawat mata Anda di tempat kerja.
  1. Tepatlah menggunakan dan merawat lensa kontak Anda. Ikutilah instruksi yang tepat penggunaan lensa kontak. Tidak menepati masa pembersihan lensa kontak dapat menyebabkan berbagai infeksi mata. Jika ini diteruskan, salah-salah bahkan mungkin menyebabkan kebutaan.
  2. Bekerja dengan pencahayaan yang baik. Pekerjaan kantor menuntut mata memerlukan pencahayaan yang baik untuk kenyamanan maksimum demi produktivitas kerja. Cobalah mengatur sudut monitor anda jauh dari sumber cahaya dan jendela, dan pastikan tidak ada pantulan cahaya monitor, karena hal ini juga dapat menyebabkan gangguan pada mata. Jangan lupa mengatur kecerahan dan kontras layar komputer Anda. Menyesuaikan pengaturan tampilan pada komputer Anda sehingga kecerahan layar yang hampir sama dengan lingkungan kerja Anda.
  3. Sering-seringlah beristirahat di antara bekerja untuk membantu istirahat mata. Mata Anda akan cenderung lebih kering saat Anda banyak menghabiskan banyak waktu melihat komputer. Ini diperparah hembusan udara dari AC. Agar kondisinya tidak semakin buruk, waktunya Anda istirahat untuk mencegah sakit kepala, pandangan kabur dan mata kering. Aturlah pandangan Anda. Sesekali berpaling atau menutup mata Anda bisa membantu mata istirahat. Lakukan ini setiap setengah jam, di sela mata Anda memandang komputer. Bantu mata yang kering dengan melumasi mata dengan tetes mata. Ini akan mengurangi penglihatan kabur dan kelelahan.
  4. Meningkatkan ukuran font pada layar komputer Anda untuk mengurangi ketegangan mata. Semakin kecil layar berarti semakin besar masalah kesehatan mata. Ini sangat membantu jika Anda harus membaca dokumen lama atau menghabiskan berjam-jam memasukkan data atau mengedit di komputer Anda.
Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Thursday, January 26, 2012

Kenapa Wanita Lebih Cepat Dewasa?

Dibandingkan dengan kaum laki-laki, wanita memang lebih cepat dewasa. Wanita lebih mudah mengatur kesejahteraan psikologis mereka dibanding laki-laki setelah masa remaja.

Peneliti dari Departemen Psikologi Univercity of Alberta, Kanada Nancy Galambos mencoba mempelajari bagaimana remaja usia 18 sampai 25 tahun melakukan transisi dari remaja ke dewasa.

Menurut penelitian tersebut dikatakan perempuan memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk gejala depresi dan rendah harga diri dibanding laki-laki seusia mereka.

Remaja merupakan tahap transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan dewasa secara penuh. Seiring bertambahnya waktu,

secara biologis mereka mengalami perubahan menjadi orang dewasa. Tetapi secara emosional bisa jadi tidak sepenuhnya matang.

Hasil lainnya menunjukkan, meskipun mereka sudah menjadi dewasa dan dihadapkan dengan keragaman pilihan hidup, wanita terlihat lebih mudah berdamai dengan diri mereka sendiri ketika menginjak usia 20-an.

Penelitian lainnya yang diumumkan dalam Journal Developmental Psychology menambahkan kalau kemampuan mengatur psikologis dalam diri wanita menjadikan wanita lebih mudah menerima kesetaraan gender yang biasanya bergejolak pada masa remaja.

Saat remaja laki-laki lebih membeda-bedakan mana yang memang pantas dilakukan laki-laki dan mana yang hanya pantas dilakukan oleh wanita.

"Fakta bahwa wanita muda lebih cepat dewasa dibanding laki-laki muda memang sudah sering kita dengar, tapi penelitian ini adalah kejutan yang bisa melengkapi cerita yang ada," ujar Galambos.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Wednesday, January 25, 2012

Anak Bau Mulut, Normalkah?

Bau mulut selama ini memang identik dengan masalah orang dewasa, sehingga banyak orangtua yang kaget saat mencium bau tidak sedap dari mulut malaikat kecilnya.

Banyak sekali faktor yang menyebabkan napas berbau tak sedap. Namun pada anak-anak, napas berbau pada umumnya tidak berkaitan dengan penyakit serius. Penelitian tahun 1999 yang dimuat dalam Journal of Pediatrics menyebutkan, bau mulut pada anak mayoritas berasal dari masalah di dalam rongga mulut itu sendiri atau berkaitan dengan rongga hidung.

Penyebab utama bau mulut adalah karena kebersihan gigi yang buruk. Pembusukan sisa makanan oleh bakteri akan menghasilkan sulfur yang menguap. Mulut kering saat tidur, serta sisa makanan di sela gigi atau sekitar amandel yang mengendap juga bisa terurai menjadi produk yang menghasilkan bau.

Gigi berlubang juga dapat memicu bau mulut. Bila lubang gigi belum mengenai akar gigi biasanya anak belum merasakan nyeri, namun seringkali sudah menyebabkan bau mulut.

Faktor lain adalah penyakit sinusitis akut dan kronik. Pada kasus ini, bau mulut bukan satu-satunya gejala. Sinusitis pada umumnya diikuti dengan batuk, demam, atau pembengkakan di rongga hidung. Bau mulut juga bisa menandakan adanya infeksi tenggorokan.

Untuk mencegah bau mulut, biasakan anak menyikat giginya secara rutin pada pagi dan malam hari. Minum banyak air putih agar mulut lembab juga membantu. Periksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendeteksi adanya lubang atau gangguan lain pada gigi.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | ewa network review